twitter
    Bola ayo..Futsal Ayo..(>̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡)

counter amaizng :

paste html code


Jumat, 30 Oktober 2009

Zarate dan Curva Nord : memanas


Bukan hanya krisis dalam bermain dan hasil pertandingan, protes atas kepemimpinan Lotito dan koleganya, tak cukup dengan situasi panas antara Lazio, Ledesma dan Pandev.

Situasi bertambah berwarna dengan tambahan dari aksi antara Mauro Zarate dan Tifosi Lazio di Curva Nord. Pada akhir pertandingan antara Lazio vs Cagliari, para tifosi memanggil para pemain untuk mendekat ke Curva, namun para pemain menolak, dan Zarate juga merespon teriakan para tifosi dengan meletakkan jari telunjuknya ke keningnya, yang bila diartikan bicara adalah "kamu gila!" dan menunjukkan dua jari dengan tangannya dengan maksud mengingatkan dua gelar yang telah Lazio raih yaitu Piala Italia di musim kemarin dan Super Coppa yang belum lama Lazio dapatkan.

Kejadian ini bisa menjadi masalah baru di dalam tubuh Lazio.....

Review: Lazio 0-1 Cagliari



Roma - Lanjutan giornata 10 Serie-A pertengahan pekan ini, berakhir tidak beruntung bagi tim asal ibukota, Lazio. Tim yang tak merasakan kemenangan sejak Agustus ini, bahkan mengalami dua kekalahan beruntun di Serie-A setelah sebelumnya dijungkalkan Bari di San Nicola akhir pekan lalu. Parahnya, kekalahan tadi malam atas Cagliari itu, dialami tim besutan Davide Ballardini di hadapan publiknya sendiri. Lazio kini mengemas kekalahan ke-3 di kandang sendiri dari 4 kekalahan yang dideritanya di Serie-A musim 2009/2010.
Memulai laga dengan formasi 4-3-2-1, Lazio turun tanpa Roberto Baronio dan Mobido Diakite. Babak pertama berjalan seimbang, karena kedua tim sama-sama memberi tekanan terhadap lawannya. Lazio melalui beberapa tembakan Zarate, sementara Cagliari juga mendapatkan beberapa peluang emas, salah satunya tendangan volley Matri yang mengarah tepat ke pelukan Muslera.
Lazio nyaris menuai harapan di penghujung babak pertama, ketika Zarate terlihat dijatuhkan oleh Agostini di area terlarang. Akan tetapi, wasit tidak melihat itu sebagai pelanggaran. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Babak kedua, dimulai dengan kartu kuning kepada Mauri, yang baru 3 menit menginjak lapangan setelah menggantikan Perpetuini.
Dua menit berselang, barulah malapetaka bagi Lazio datang. Berawal dari tendangan bebas mendatar yang di eksekusi Conti. Bola yang mengalir deras, tidak sempurna berada dalam pelukan Muslera. Bola yang lepas dari tangan Muslera lantas disodok oleh Matri yang berlari kencang ke arah mulut gawang Lazio. Skor 1-0 untuk Cagliari.
Sejak saat itu, Lazio terus mendapatkan tekanan dari tim tamu. Meskipun dapat membalas melalui beberapa serangan berbahaya dari Aleksandar Kolarov, Lazio masih juga belum menemui sebuah gol balasan.
Pertahanan Lazio bahkan dibombardir di penghujung pertandingan oleh Cagliari. Setelah tendangan kaki kiri Lazzari menghantam keras tiang kiri gawang Muslera, Cagliari kemudian melanjutkan dengan dua tembakan, namun tidak mampu menggandakan keunggulan mereka.
Tambahan waktu selama 4 menit tidak merubah keunggulan Cagliari atas Lazio dengan skor 1-0. Hasil ini membuat Cagliari naik ke peringkat ke-13 dengan menggeser AS Roma yang dikalahkan oleh Udinese dengan skor 2-1 di waktu yang sama. Lazio sendiri bertahan di posisi 15 menyusul Atalanta yang terpaut 1 poin dan berada di bawah Lazio, kalah 0-1 dengan Livorno.

Susunan pemain:
Lazio (4-3-2-1): Muslera; Lichtsteiner, Siviglia, Radu, Kolarov; Brocchi, Matuzalem, Perpetuini (46' Mauri); Foggia (55' Cruz), Zarate; Rocchi (80' S.Inzaghi).
Cad: Bizzarri, Diakitè, Cribari, Eliseu.
pelatih: Ballardini

Cagliari (4-3-1-2): Marchetti; Canini, Astori, Lopez, Agostini; Biondini, Conti, Lazzari, Cossu (61' Dessena); Matri (92' Barone), Jeda (74' Nené).
Cad: Lupatelli, Brkljaca, Parola, Larrivey.
Pelatih: Allegri

Wasit: Brighi di Cesena
Pencetak gol: 50' Matri
Kartu kuning: Perpetuini, Mauri, Matuzalem (L); Biondini, Agostini, Conti (C)
Waktu ekstra: 1' pt; 4' st
Penonton: 17.000

News (goal.com)

Goal.com Live Scores

Italy Serie A Table